Puisi Faisal Zulkarnaen lelaki memandang ujung kaki di bangku taman berteman sunyi angin tertawa mengejek dan menari kau pikir aku akan m...
Cerpen Indra San Meazza
Nafasnya masih terus memburu. Penasaran. Seringai sinis di wajahnya tak henti-hentinya ia sunggingkan pada seseorang di hadapannya. Kecewa, terpukul, terhina, bertumpuk-tumpuk menjadi satu.
"Masih jelas ingatanmu tentang keluhmu dulu?! Mengapa ketika bahagia itu sudah terwujudkan, bukan kedamaian dan kepuasan yang hinggap. Ternyata hanya rasa hambar dan tak berselera yang menjalar. Apa karena tantangan itu sudah reda dan klimaks penderitaan selama ini tak dapat ditebus dengan kebahagiaan sekejap," matanya mencorong menuntut.
"Huh, ketika itu aku kewalahan meredakan gerutumu. Bukankah bahagia itu yang kau igaukan, kau dambakan. Yang terus menghantui tidur dan lamunanmu. Yang kerap menghiasi pergolakan jiwamu. Yang membuat dendammu selalu membara.
Aku ini bagaimna dan aku harus bagaimana?
Bukankah kulitku masih biru,
Mengapa slalu disuruh ini itu?
Disaat pikirku belum terisi,
kenapa tak ada yang memahami?
Aku ini bagaimna??
Aku makan kamu makan,
tapi aku yang disalahkan!
Aku Lari dia lari
Aku yang dimarahi!
Aku belajar mereka belajar,
Lagi-lagi aku yang digencar!
Aku manusia, Kamu, dia juga mereka pun manusia.
Mengapa tidak sama?!!
Wahai manusia-manusia yang tertidur dalam buaian sejarah…Sejarah kita memang Indah…Sejarah kejayaan Islam memang memesona. Tapi coba bangunlah sebentar…kembalikan kejayaan itu! Yakinlah, kita bisa!
Sejarah Islam di Bagdad, Damaskus, Andalusia, dan lainnya, telah membuai jiwa-jiwa yang selalu membangga-banggakan nenek moyangnya. Kita selalu berteriak-teriak kepada dunia akan kejayaan Islam masa lalu, akan tetapi apakah artinya semua itu, tanpa disertai keinginan dahsyat untuk mengembalikan imperium Islam itu. Teriakan itu tak lebih dari sebuah kekosongan! Hampa! Fatamorgana!
Delapan ratus tahun umat Islam berjaya di Spanyol. Salah satu kota di Spanyol yang telah disaksikan dengan bangga oleh sejarah adalah Cordoba. Dahulu, Cordoba pernah dikuasai Bizantium di bawah komando raja Goth Barat. Tahun 711 M atau 93 H, ketika Islam masuk ke daerah itu, Cordoba memulai babak barunya. Cordoba menjadi pusat peradaban Islam yang bersinar di atas planet bumi.
Jika membahas kematian, maka sebenarnya kita sedang membahas masa depan kita. Ya, itulah masa depan. Masa depan daripada semua makhluk yang bernyawa.
Seseorang yang tak ingin menjemput kematian, berarti ia telah mengingkari sebuah realita. Mati menjadi sebuah realita yang terus terjadi setiap detiknya, dalam sekat bola dunia. Terlalu banyak nyawa yang melayang seiring detakan jarum jam, dari ujung timur sampai ujung barat dunia ini. Kematian pasti akan menemui kita!
Seseorang yang mengingat mati(karena ia percaya akan datangnya kematian itu, sewaktu-waktu), maka akan selalu berusaha untuk memperbaiki segala tindakannya. Ia tahu, bahwa nyawa akan melayang kapan saja, serta dalam kondisi apa saja. Tentu, hal ini terjadi pada orang-orang yang meyakini eksistensi akhirat. Adapun, bagi orang-orang yang mengingkarinya, maka hal ini mustahil terjadi.
Inilah “Spirit Kematian” yang akan menjadi motor segala tindakan manusia untuk lebih baik. Mungkin benar, bahwa dunia ini panggung sandiwara. Dunia ini juga sekadar taman-taman bermain. Hakikat dunia ini tak ubahnya medanimtihan. Perbuatan manusia, merupakan aksi yang pasti akan dipertanggungjawabkan di hadapan The Judge, Allah Swt. Jadi, kebaikan atau kesalahan yang sebesar atom pun pasti ada balasannya.
Kata orang, “mengingat mati justru akan mengendorkan semangat hidup.” Berbeda denganku, menurutku justru mengingat mati akan menjadi penyemangat hidup. Bagaimana bisa jadi penyemangat? Seperti disinggung di statement sebelumnya, bahwa dengan mengingat kematian yang sewaktu-waktu tiba, kita akan meningkatkan kualitas hidup kita. Sebelum ajal sempat datang, kita akan “menabung” segala perbuatan baik kita, sebanyak-banyaknya. Sebelum nyawa melayang, kita akan berusaha memberi manfaat (baca:kontribusi) untuk umat manusia di dunia ini, sebesar-besarnya. Dengan hal seperti inilah, maka akan tercipta sebuah kemajuan yang teramat pesat. Segala tindakan dan sisi-sisi kehidupan manusia akan terus di-support oleh spirit kematian ini. Sudahkah Anda memiliki spirit kematian ini? Atau justru Anda bertolak dari spirit ini?